Mahasiswa Baru Antropologi, Disodori Fasilitas Lengkap

Penerimaan mahasiswa baru Universitas Airlangga 2011/2012 telah berakhir, dan mereka pun telah dikukuhkan bersama oleh Rektor pada hari Senin (15/8) baru lalu. Tak terkecuali bagi mahasiswa baru pada Departemen Antropologi, FISIP Universitas Airlangga.

Tahun ini,  Departemen Antropologi menerima sejumlah 65 mahasiswa baru. Kehadiran mereka langsung dipeluk kehangatan acara welcome party. Sebuah ajang penyambutan bagi mahasiswa baru Antropologi UNAIR. Keesokan harinya, Selasa (23/8), mahasiswa baru angkatan 2011, juga digiring untuk menghadiri acara pengenalan mereka dengan para dosen, pengurus Hima (himpunan mahasiswa) Antropologi, dan alumni.

Dalam acara perkenalan ini, mahasiswa baru memperoleh aneka materi pengenalan. Mulai dari kedisiplinan mahasiswa, pengenalan kampus, hingga tatap muka dengan para dosen dari Departemen Antropologi. Selain itu, Hima juga berkesempatan memperkenalkan program kerja yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan. Sementara dari alumni, ada kesempatan untuk berbagi informasi dan pengalaman. Berbagi pengetahuan tentang peluang yang sekiranya dapat dikelola selepas lulus dari studi Antropologi.

“Tahun 2011 ini, Antropologi kembali mendapat akreditas A. Kita berhasil memperoleh nilai paling tinggi di antara Departemen lain di FISIP, UNAIR,” demikian ungkap Ketua Deparmen Antropologi, Sri Endah Kinasih, S.Sos, M.Si., dengan penuh rasa bangga. Sebagai Kadep, Sri Endah Kinasih, M.Si., juga menerangkan akan tersedianya aneka fasilitas yang dimiliki oleh Departemen Antropologi guna menunjang aktivitas perkuliahan mahasiswa.

Selain Laboratorium Antropologi Ragawi yang terdapat di Fakultas Kedokteran, Antropologi juga memiliki koleksi buku yang kini masih menjadi satu-satunya koleksi Departemen di FISIP UNAIR, yang menyediakan akses peminjaman buku bagi para mahasiswa. Di luar itu, Departemen Antropologi UNAIR juga memiliki Museum dan Pusat Kajian Etnografi, yang diperkuat dengan keberadaan Laboratorium Simulasi.

Mahasiswa baru seakan disodori aneka peluang, agar nantinya mereka dapat segera mengoptimalkan keberadaan fasilitas yang ada. Seraya ingin menambahkan, Dr. Myrtati Dyah Artaria, dra., MA., salah satu dosen pada Departemen Antropologi, menyatakan bahwa Antropologi UNAIR memiliki segudang keunikan. “Departemen Antropologi UNAIR adalah satu-satunya jurusan yang memiliki dua program studi dalam satu Departemen, yaitu Antropologi Ragawi dan Antropologi Budaya,” demikian ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Heti Palestina Yunani, S.Sos., menyatakan bahwa Antropologi telah memberikan filosofi keilmuan yang nantinya dapat membuat para lulusan bisa memberikan pilihan yang luas dan beragam, termasuk dalam semua bidang pekerjaan. Sebagai Ketua KELUARGA (Kekerabatan Alumni Antropologi Universitas Airlangga), Heti mengaku banyak memperoleh manfaat dari sekian pengetahuan yang pernah ia peroleh selama mengikuti studi Antropologi di bangku FISIP Universitas Airlangga. Kini, Heti Palestina berprofesi sebagai jurnalis dan berkiprah sebagai Redaktur dari salah satu berita harian ternama.

Yang menarik, mahasiswa baru angkatan tahun 2011 ini berasal dari pelbagai daerah di beberapa penjuru Nusantara. Mulai dari sudut Kalimantan hingga ada yang datang dari tanah Papua. Diharapkan, melalui proses pendidikan yang mereka jalani, kelak mereka dapat berdiri mengisi garis depan pembangunan masyarakat Indonesia dan kebudayaannya. (tys)

[2011-08-25 ]

Iklan

LOWONGAN MINNING INDUSTRY.

Robust Resources Ltd. through its Indonesian Company PT. Gemala Borneo Utama, is exploring on Romang Island (Kabupaten Maluku Barat Daya) for gold and associated metals. We are seeking a highly qualified candidates for following position:

Community Relations/
Development Officer

 

• Male/Female age 30-40 years old.
• Bachelor Degree in social science, geography or related area.
• GIS Mapping skills essential.
• Experienced working in mining company.
• Willing to work in remote area.
• Have excellent communication, presentation and negotiation skills.
• Good computer skills.
• Fluent in English.

 

If you are interested in working in a challenging environment, please email your CV with a recent photograph to:

 

hrd.gbu.jkt@gmail.com

ONLY SHORLISTED CANDIDATES WILL BE CONTACTED.

LOWONGAN OIL & GAS INDUSTRY

Santos, an acronym for South Australia Northern Territory Oil Search, is an Australian-based oil and gas exploration and production company with high quality assets and projects throughout Australia and the Asia–Pacific Region. Santos is committed to provide a work environment where people enjoy what they do and are motivated to achieve, while supporting the diverse needs of the individual. In Santos, people s skills and ideas are the fundamental to the company s ability to prosper and grow. Within the growing Indonesian business, currently we re seeking positions:

Community Development Coordinator

To coordinate, facilitate, develop and monitor community development programs for communities at district and village levels in order to maintain good and sound relationship between Santos and targeted communities to develop trust and good corporate image in Indonesia Only the very best will be considered for the position,

applicants must possess the following requirements:

• Bachelor s Degree majoring in Community Development, Conflict Resolution from a reputable University.

Master s Degree is an advantage

• 5+ years experience as a Community Liaison and or Community Development

• Fluency in written and spoken English

• Ability to clearly identify problems and manage critical issues through good communication and liaison with all related parties

• Ability to work in tight time constraints and in a multidiscipline team environment Duties among others are:

– Identify community needs – Develop community- based programs that address livelihood needs – Develop community-based programs in accordance with the of community development principles, and BPMIGAS relevant regulations as well as Santos community development objectives and approved budget

– Monitor the program implementation

– Provide advice and input to communities with regards to any issues and concerns that arise in the program implementation

– Support Community Relations Coordinator by sharing information and provide views, advice and alternative problem solving for anticipating any possible local conflicts within the communities in the field that can affect Community Development program and Corporate image

– Encourage relevant stakeholders (District Offices and Partners) to conduct proper and written program evaluation in order to see and learn the impact of the program on the communities for Santos CD program improvement in the future

General Requirements:

Strong communication and interpersonal skill, Self motivated, high initiative and adaptability, ability to work in a multidiscipline team environment, high integrity.

Santos provides a structured framework for managing a culture of sustainable performance and accountability, market competitive remuneration strategy and employee benefits, also offers excellent professional development opportunities.

If you are interested in the above role, please submit your application to: HRD.Jakarta@santos.com (please mention the position on the email subject). All applicants will go through interviews and be selected based on assessment of their skills, knowledge, experience and relevant qualifications in accordance with the requirement in the position description.

Start Date: October 2011

GET A GLOBAL CAREER RIGHT HERE IN INDONESIA

Hess Corporation is a leading global independent energy company with operations in more than twenty countries. We have the speed, agility and entrepreneurial spirit of an independent and the global reach of companies many times our size. In Asia Pacific, we are rapidly growing our oil and gas business by investing in the region s best resources – its people. Our Indonesian talents work in a global collaborative environment and truly make a difference to the progress of the corporation worldwide

We re starting a new chapter in our growth story in Indonesia and we now have vacancies for the following positions across Indonesia
HR ANALYST – 05599
SR GEOLOGIST-05369
ERP SPECIALIST-05594
SR EHS ADVISOR – 05621
SYSTEM ANALYST – 05620
SITE LIAISON OFFICER – 05597
GEOPHYSICAL ADVISOR -05592
COMMERCIAL ANALYST – 05595
OPERATION SPECIALIST – 05598
EXPLORATION MANAGER – 05636
OFFSHORE FACILITIES MANAGER – 05065
EHS ENVIRONMENTAL SPECIYALIST – 05617
RESERVOIR ENGINEERING ADVISOR – 05593
PLANNING & ECONOMICS ANALYST – 05637
COMMUNITY DEVELOPMENT OFFICER – 05596
COMMUNITY DEV & EXTERNAL REIT SPV – 05622
For more information and to apply online, please visit http.//www.hess.com./careers and search E&P Jobs. Put the number you wish to apply in oh number box in search criteria page

Antropologi UNAIR, Pertahankan Akreditasi A

Senin (30/5) siang itu, Departemen Antropologi tampak dipenuhi oleh wajah-wajah penuh keceriaan. Aura yang dipancarkan, melukiskan kegembiraan yang mewakili isi hati keluarga besar Antropologi Universitas Airlangga. Kala itu, Ketua Departemen Antropologi, Sri Endah Kinasih, S.Sos., M.Si., baru saja memperoleh kabar bahwa akreditasi “A” yang selama ini digenggam, telah berhasil dipertahankan. Keluarga Antropologi patut bangga, dengan hasil yang ditetapkan oleh pihak BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi) ini, Departemen Antropologi dinyatakan berhasil memenuhi instrumen akreditasi hingga lima tahun ke depan. Untuk kali kedua, Departemen Antropologi UNAIR berhasil memperoleh nilai “A”, sehingga dinilai cakap dalam meningkatkan mutu dan efisiensi. Hasil ini juga membuktikan, bahwa Antropologi UNAIR mampu untuk mempertahankan kualitas yang telah dicapai pada proses akreditasi sebelumnya. Selain itu, prestasi ini juga dapat membuktikan bahwa Departemen Antropologi UNAIR ternyata juga mampu meningkatkan kualitas dari sumber daya yang bernaung di dalamnya. Menurut Ketua Departemen Antropologi, hasil “A” yang dicapai ini terbilang sangat memuaskan. “Ini cukup untuk membayar usaha dan kerja keras dari seluruh civitas di dalamnya. Karena hasil ini pula, yang nantinya akan digunakan oleh Departemen untuk memperkenalkan Antropologi ke masyarakat. Khusunya bagi mereka yang belum mengetahui peran Antropologi,” ujar Sri Endah Kinasih, S.Sos., M.Si selaku Ketua Departemen Antropologi UNAIR. Untuk itu, Endah Kinasih menegaskan, bahwa hasil yang telah dicapai ini, diharapkan juga mampu mendongkrak jumlah mahasiswa yang kelak ingin menimba ilmu Antropologi. Endah Kinasih mengaku, akreditasi yang telah dicapai oleh Antropologi memang “A”, namun hal tersebut tidak sesuai dengan jumlah mahasiswa yang masuk ke dalam Program Studi ini. “Jumlah mahasiswa yang masuk pada setiap tahunnya tidak terlalu banyak,” demikian ungkap Ketua Departemen Antropologi UNAIR. Dikatakan oleh Endah Kinasih, hal ini cukup membuktikan bahwa masih banyak masyarakat di luar sana, yang ternyata belum mengerti tentang Antropologi. Setelah pencapaian ini, Departemen masih memiliki target yang ingin dicapi untuk membuat Antropologi UNAIR lebih maju lagi. Dan sasarannya, Antropologi UNAIR ingin dikenal lebih dekat oleh masyarakat. Karena itu, Departemen bermaksud menggandeng alumni. Diantaranya untuk mengajak mahasiswa melakukan penelitian bersama, menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan pada kegiatan magang. “Dengan demikian jalinan akan terbentuk, dan alumni dapat turut berperan dalam memperkenalkan Antropologi. Dan bekalnya adalah hasil A yang telah dicapai ini,” papar Sri Endah Kinasih, S.Sos., M.Si. Lain dari itu, hasil ini diyakini mampu membawa peran dan manfaat yang lebih besar bagi mahasiswa. Dalam jangka pendek, hasil ini dapat digunakan oleh para lulusan untuk berkarya di masyarakat. “Saat ini perusahaan memang menuntut lampiran akreditasi Jurusan atau Program Studi yang telah ditempuh,” tukas Kadep Antropologi UNAIR. Ke depan, Kadep berharap agar keluarga besar Antropologi UNAIR dapat mempertahankan kesolidan agar dapat mepertahankan nilai “A” yang telah diperoleh ini. Menurut Kadep Antropologi, mempertahankan memang terasa lebih berat ketimbang memperolehnya. “Yang lebih penting lagi adalah membenahi mahasiswa dulu, khususnya agar mereka lebih disiplin. Jadi bukan hanya menghargai waktu, tetapi juga harus terlibat aktif dalam segala kegiatan Antropologi, baik akademis atau non akademis,” tandas Ketua Departemen. Selain itu, sebagai Kadep, Endah Kinasih juga menuntut adanya perbaikan dan perubahan performance mahasiswa Antropologi UNAIR. Tak hanya terkait dengan nilai akademik selama berada di bangku perkuliahan, namun juga menyorot etika berpenampilan mereka selama berada di kampus.

Jumatan, Sebuah Dialektika “Khas” Antropologi

Masih lekat dengan “ruh” Jumatan yang pernah hadir sebelumnya, Jumat (20/5), kerabat Antropologi UNAIR kembali menggelar Jumatan setelah sempat istirahat selama hampir satu tahun. Tawa canda alumni dan mahasiswa terdengar mengiringi sajian prasmanan “khas” Antropologi. Sembari menyantap hidangan, satu per satu jamaah tampak mulai terlibat dalam sebuah diskusi kecil. Menyeduh dialektika komunitas Antropologi, berbaur hangat di pelataran depan Museum dan Kajian Etnografi, Universitas Airlangga.

“Ini untuk pertama kalinya saya ikut Jumatan, ternyata nggak seperti yang saya bayangkan,” demikian ujar Achmad Muzakky, salah seorang mahasiswa yang hadir dalam Jumatan kemarin. Kesan sederhana dan rileks, tampak mewarnai diskusi kecil malam itu. Bahkan, mahasiswa lain merasa langsung tune in ketika bertemu dengan alumni yang berasal dari angkatan “tua”. Kala itu, hadir Cak Triharso dan Cak Welly dari angkatan 1985, serta beberapa alumnus dari angkatan 1992, 1994, 1995, 1996 dan 2000.

Menurut Endro Probo, alumnus dari angkatan 1994, aktivitas Jumatan, pada dasarnya hanya berperan sebagai alternatif media pembelajaran informal bagi stakeholder Antropologi UNAIR. Bahkan pada awalnya, acara ini sekedar digunakan sebagai momentum bagi alumni yang merasa rindu dengan kampusnya. Terlebih, beberapa alumnus juga mengaku memerlukan sentuhan iklim akademik dari kampus, guna melakukan upgrade keilmuan. “Biasanya sekembali dari kampus, alumnus memperoleh beberapa penyegaran yang langsung dapat diterapkan dalam pekerjaannya,” imbuh Endro.

Ditambahkan oleh Arif Gunawan, alumnus angkatan 1995, bahwa kegiatan Jumatan ini diyakini juga akan mampu memberi peningkatan soft skill bagi mahasiswa. Sementara menurut Edwin Fiatiano, soft skill tersebut merupakan bekal berharga bagi mahasiswa ketika mereka lulus nanti. “Apabila mahasiswa jeli melihatnya, Jumatan ini tidak hanya sekedar ngobrol dan saling berkenalan dengan para alumninya saja,” tandas alumnus Antropologi dari angkatan 1992 yang juga bekerja sebagai staf pengajar UNAIR.

Ke depan, pasca diakuisisi sebagai salah satu program kerja alumni (KELUARGA, red.), Jumatan diharapkan benar-benar mampu memberi nilai lebih bagi stakeholder Antropologi. Menurut Endro, ada banyak hal yang dapat dipelajari bersama dalam agenda Jumatan yang sedianya akan digelar sebulan sekali ini.

Bagi mahasiswa, mereka akan dapat belajar merekam situasi pertemuan tersebut, meski Jumatan itu sendiri berlangsung informal. “Bisa melakukan observasi atmosfer. Melalui minute of meeting yang disusun nanti, mereka akan belajar bagaimana membuat orang yang tidak bisa hadir Jumatan, bisa mengikuti, hingga seolah-olah hadir dalam Jumatan itu. Ini juga sesuai bagi mereka yang mengambil mata kuliah Metode Penelitian Antropologi (MPA),” tutur Endro, salah seorang penggerak bidang dalam kepengurusan KELUARGA.

Ditegaskan oleh Edwin, mahasiswa juga akan dapat membiasakan diri untuk menarik kesimpulan atas sebuah pendapat atau argumentasi. Tentunya itu akan disampaikan dengan berbagai cara dan gaya bahasa. “Dalam etnografi, hal tersebut menjadi penting,” tukas Edwin.

Bagi alumni, Jumatan juga akan mendorong alumnus untuk selalu berpikiran obyektif dan logis. Para alumnus juga diberi kesempatan untuk menyampaikan sesuatu yang diperolehnya dari luar, sebagai seorang praktisi.

Ke depan, tak menutup kemungkinan, Jumatan juga akan mengundang nara sumber atau praktisi lain dari luar. “Beberapa alumnus sudah menyatakan sanggup untuk mengundang koleganya yang kebetulan mampir ke Surabaya, agar bisa menjadi nara sumber dalam ajang Jumatan ini,” demikian pungkas Endro Probo.

[http://antro.fisip.unair.ac.id/berita.antro.php?tl=Jumatan,%20Sebuah%20Dialektika%20%22Khas%22%20Antropologi ]

OIL & GAS POSITION

CSR Program Specialist (Reference No. 812)

• Candidates must possess at least a Bachelor s degree in Social Sciences, preferably in Marine Sciences or Anthropology or Management.
• Have 3-5 years of working experience in progressively responsible experience in different functions and relevant experience in Corporate Social Responsibility including program management skills, preferable experience in NGOs.
• Good command of English language (spoken & written)
• Excellent analytical skills.
• Strong communication and interpersonal skills.
• Have strong leadership along with negotiation and problem solving skills.
• Excellent computer skills (MS Office).
• Able to sustain excellent work performance in high pressure situation and work under minimum supervision.
• Ability to travel to field or even remote locations.
• Demonstrate good teamwork and able to handle conflict resolution.
• Have strong networking with other social based Institution.

Please email your applications quoting the reference number (in English and MS Word format) to: aphrodite@verity.net.au

Expiry date: June 07, 2011