Review Jumatan Nopember

“..Indonesia adalah sebuah negeri dongeng..” Demikian komentar kerabat Thole [96] saat menyikapi carut-marutnya penegakan hukum di Indonesia dalam konteks perseteruan antara KPK, Polri dan Kejagung yang tengah menjadi pusat pemberitaan berbagai media nasional kita akhir-akhir ini. Tema perseteruan antar institusi penegak hukum tersebut juga menjadi bahan utama diskusi pertemuan Jumatan bulan November ini. Diskusi diawali oleh sebuah pertanyaan sederhana “..Ono opo sih nang TV kok akeh rame-rame soal Kapolri karo KPK..?”. Pertanyaan sederhana tersebut dilontarkan dari seorang kerabat yg “sederhana” pula yaitu Sokran [96]..-:]..Selanjutnya, diskusi mengalir dengan seksama melalui berbagai persepsi dan analisis dari kerabat yang hadir, dan seperti biasa diselingi dengan clomethan serta gurauan sebagai penyedap alur diskusi tersebut.

Lagi-lagi “Small is beautiful”, Jumatan bulan ini dihadiri oleh delapan kerabat Alumni, namun demikian diskusi atau bahan pembicaraan dalam Jumatan kemarin cukup menarik juga untuk diperhatikan. Suatu misal pendapat dari kerabat Rombenk [00] terkait santernya pemberitaan TV atas kasus perseteruan Polri vs KPK yang berimplikasi pada naiknya rating media pemberitaan dua stasiun TV dan mengakibatkan pula jatuhnya rating salah satu stasiun TV swasta yg dulu pernah merajai dunia pemberitaan sehingga kabar-kabarnya stasiun TV tersebut akan merubah juga format acaranya yang tidak lagi cenderung ke news namun ke entertainment murni.

Hal yang lain adalah bagaimana dialek Suroboyoan yang dilafalkan oleh Anggodo Widjojo –dalam percakapan telponnya yang disadap, menjadi buah bibir dan cenderung memberikan stigma atas kuatnya “Geng Surabaya” dalam mafia peradilan di Jakarta. Secara guyon Kerabat Edwin [92] mengatakan jikalau membuat grup di facebook dengan nama “ Dukung Anggodo…Arek Suroboyo Cuk…!!!”..-:P. Implikasi naik atau turunnya rating TV, dialek Suroboyoan Anggodo memang terkesan sepele dan diluar konteks perseteruan antara KPK vs Polri, namun substansi yang dimunculkan disini adalah suatu fakta social yang terjadi cenderung memunculkan fenomena-fenomena social lain.

Akhirnya, Terima kasih untuk kerabat Edwin [92], Willy [95], Thole [96], Sokran [96], Rombenk [00], Dony [03] dan Roykan [03] yang menyempatkan hadir dan bisa dikatakan selalu hadir pada setiap kali Jumatan..Khusus untuk Dony [03] lagi..Terima kasih banyak juga atas camilan putu-nya..Sampai bertemu pada Jumatan berikutnya……Carpe Diem….

*) Diunduh dari facebook alumni antropologi airlangga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s