Antropologi Unair Hadirkan Menteri

Universitas Airlangga melalui Departemen Antropologi, kembali mendapat kunjungan kehormatan dari salah satu pejabat negara Republik Indonesia. Kali ini giliran Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Prof. Dr. Meutia Hatta Swasono, yang diundang sebagai keynote speaker dalam Seminar Nasional Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan Melalui Pemanfaatan kekayaan Alam dan Budaya Indonesia yang diselenggarakan di Aula Rektorat Lantai 5 Kampus C Mulyorejo, Selasa (10/5).

Dari pihak internal, Departemen Antropologi Unair menampilkan dra. Pinky Saptandari EP, MA, sebagai nara sumber dan Prof. Dr. L Dyson P, MA sebagai moderator kawakan. Sementara dalam ceramah singkatnya, Prof. Meutia menyatakan kekagumannya pada keanekaragaman budaya asli Indonesia beserta unsur-unsur di dalamnya yang selalu berjalan seirama dengan lingkungan. “Banyak hasil-hasil budaya kita menggunakan bahan-bahan yang berasal dari alam, sehingga manusia Indonesia dan alam adalah satu jiwa,” ujarnya. Keanekaragaman hayati Indonesia memang menjadi penunjang berbagai kebudayaan dunia, khususnya kebudayaan masyarakat agraris.
Banyak hasil fisik budaya yang dihasilkan dengan mengolah tanaman seperti obat-obatan (herbal medicine), kerajinan berbahan daun, pakaian dan benda-benda lain. Khusus mengenai obat-obatan berbahan dasar tanaman, Prof. Meutia memiliki catatan khusus, karena beberapa tahun belakangan obat tradisional berbahan dasar tanaman sedang naik daun dan mulai banyak memiliki pengguna aktif. Tanaman yang mengandung khasiat obat banyak dijumpai di Indonesia, namun terkadang kita tidak menyadarinya dan menganggapnya tanaman biasa. “Banyak tanaman yang terlihat biasa, namun ternyata memiliki khasiat yang cukup ampuh dalam mengobati penyakit, seperti kulit pohon duwet yang merupakan anti diabetes,” terangnya. Lalu bagaimana cara meningkatkan kualitas hidup perempuan lewat pemanfaatan kekayaan alam dan budaya Indonesia? Prof. Meutia mengatakan bahwa perempuan Indonesia memiliki local wisdom kuat dalam diri masing-masing hasil warisan nenek moyang. Dalam beberapa kajian budaya, perempuan merupakan pewaris resep-resep tradisional maupun custom dari generasi sebelumnya, sehingga perempuan Indonesia lebih mengerti bagaimana cara mengolah alam dan menghasilkan produk yang berguna bagi masyarakat dan keluarganya.

Pengetahuan tersebut, jika di-manage dengan benar, maka kemungkinan akan mendatangkan penghasilan tambahan bagi perempuan. Perempuan sebagai makhluk “kedua” setelah laki-laki, sebenarnya memiliki potensi besar yang patut dioptimalkan. “Perempuan adalah kunci utama pelestarian budaya dan identitas bangsa, karena melalui perempuanlah generasi bangsa ini lahir dan berkembang,” tegasnya. Seminar yang digagas oleh Departemen Antropologi Universitas Airlangga ini menghadirkan enam pembicara termasuk Prof. Meutia. Kesemua pembicara yang hadir dalam seminar tersebut menyatakan dukungan penuh usaha memberdayakan wanita melalui berbagai cara positif dalam frame budaya Indonesia dan seluruh kekayaan alam yang ada di dalamnya.

=> dicomot dan diedit dari http://www.warta.unair.ac.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s