Antro Ragawi, Paling Tak Dikenal ? (dalam Popularitas Tulisan Antropologi Ragawi)

Antropologi Ragawi terrmasuk ilmu yang paling tidak dikenal di masyarakat kita. Tulisan-tulisan yang informatif di majalah atau harian masih terbatas, kalau ada itupun hasil tulisan pengantar.

Pada perkembangannya ilmu Ragawi termasuk salah satu ilmu yang banyak mendapatkan perhatian pada pertengahan abad 19 sampai pada awal abad 20. Hal ini memungkinkan pengaruh perkembangan keilmuannya sendiri, khususnya Antropologi. Semenjak sejarah mencatat adanya PD II ilmu ini termasuk yang paling banyak memberikan sumbangan pada metode dan analisanya terhadap dampak perang dan perkembangan selanjutnya, dimana masa itu terjadi perubahan yang signifikan terkait dengan faktor historis dan fisiologis. Akan tetapi ini hanyalah masalah minat.

Lalu bagaiamana dengan perkembangan selanjutnya yang membuka kemungkinan terhadap anak cabang ilmu Ragawi yang sejauh ini cukup bisa dikatakan mendapatkan perhatian dari para pakar Ragawi. Menarik minat yang disebutkan diatas, antara lain hal yang bersifat informatif dan dapat dibaca oleh semua kalangan adalah hal yang lumrah mengingat kebutuhan masyarakat post industri akan adanya kebutuhan dalam meningkatkan kesadaran akan informasi.

Bagaimanapun juga ilmu Antropologi tidak terlepas dari perkembangan ilmu masyarakat yang melihat aspek-aspek sosial-budaya. Ini merupakan langkah awal dalam melihat ilmu Ragawi sebagai ilmu yang tidak cenderung populer. Sesuai dengan maksud dan tujuan tulisan ini, dapat di sari kan bagaimana ilmu Ragawi sebagai ilmu yang cukup populer. Misalnya saja tulisan-tulisan populer mengenai salah satu penemuan kerangka-kerangka Homo Floroensis di Flores pada tahun 2005 dalam ekskavasi yang dilakukan atas kerjasama berbagai pihak yang terkait. (diskusi Antropologi Ragawi Unair, 2005)

 

Menarik minat merupakan salah satu tujuan untuk mendapatkan kader dalam pelbagai cabang ilmu pengetahuan. Mengingat Antropologi obyek penelitiannya manusia, tentu saja minat tak mungkin tumbuh demikian saja tanpa mengenalnya, juga kenal belum menjamin untuk menjadi berminat. Banyak orang yang semula belajar biologi dan ilmu eksakta tetapi kemudian lebih bangga menjadi tokoh politik atau pejabat administratif. Ini mungkin merupakan sekedar contoh yang relevan saat sekarang. Kita bisa melihat mulai kapan pendidikan formal kita mengenalkan terbentuknya jenis kelamin manusia berdasarkan aspek biologis.

 

Menanamkan kesadaran akan arti ilmu dan mendidik mereka adalah suatu hal yang sulit, tetapi ini jelas penting. Pelbagai aktivitas ilmiah dalam bidang Antropologi umumnya, mulai dari lingkungan dan sistem nilai yang dimiliki oleh kebudayaan tertentu merupakan hasil perpaduan dari peristiwa-peristiwa fisik-biologis dan sosial-budaya. Maka kooperasi mereka penting sekali, lebih-lebih manusia dalam dunia yang terus mengalami perkembangan serta dinamika di dalamnya.

 

Aktivitas kegiatan hidup manusia mengakibatkan perubahan-perubahan terhadap lingkungannya, dan perubahan lingkungan ini membawa akibat pula bagi kehidupan menusia.

Manusia dengan berbagai aktivitasnya melihat lingkungan sebagai bagian proses menghidupi dan lingkungan menyediakan kebutuhan akan produksi.

Contoh

Kota Surabaya merupakan contoh yang relevan dalam kaitannya dengan pembangunan dan proses industrialisasi yang akhir-akhir ini mendapatkan sorotan dan kritikan dari berbagai pihak khusus nya perencanaan kota yang berdampak besar terhadap sarana sanitasi dan lingkungan yang menunjang kesehatan secara memadai. Hal ini disebabkan dikarenakan lingkungan kota yang menawarkan “mimpi” dapat bekerja guna mendapatkan hasil yang sepadan. Begitu juga dengan polusi yang ditawarkan oleh kota, sekali lagi polusi ini bermacam jenis dan bentuk nya antara lain fisik-kimiawi maupun budaya. Nah apa yang harus kita kerjakan pada saat ini, dimana banyak para pakar yang berdoyong-doyong “menawarkan” proposal penelitian mengenai dampak-dampak tersebut. Runyam jadinya.

Lingkungan kehidupan (biosphere) yang mengalami degradasi karena tidak adanya keseimbangan. Sudah tentu manusia demikian harus merubah pola adaptasi dari lingkungan rural ke lingkungan urban.
Urbanisasi
. Kenyataan demikian merupakan obyek studi yang penting bagi Antropologi Ragawi maupun biologi manusia beserta elemen-elemen sosial-budaya, tetapi tanpa pengertian dan tindakan kooperasi yang jelas maka mereka akan sia-sia. Maka tulisan-tulisan “populer” memegang peranan sebagai mediator yang bersifat mendidik. Terkait dengan lingkungan alam dan proses nya, membicarakan lingkungan hidup manusia sebagai faktor selektif dari kehidupan manusia. Perkembangan manusia secara evolusi ditentukan oleh faktor mutasi dan seleksi baik bersifat fisik-biologis maupun sosial.

Mengingat contoh kasus diatas disebutkan, Urbanisasi sebagai faktor pendorong masalah degaradasi lingkungan fisik karena polusi dan degradasi budaya menjamurnya kemiskinan dan angka fertilitas yang tinggi. Ini merupakan persoalan yang tidak bisa dilihat dalam istilah salah benar oleh siapa dan bagaimana. Popularitas tulisan Antropologi Ragawi masih belum mendapatkan tanggapan yang begitu penting dalam melihat keadaan lingkungan sekitar, maka hal ini tidak mengabaikan bahwa Antropologi Ragawi dapat berubah-ubah kerena kemajuan teknik, penemuan-penemuan, juga ilmu-ilmu disiplin lain.

Padahal sekarang kita hanya mengenal orang Indonesia sebagai anggota sesuatu NASIONALITAS. Fakta demikian ini yang hendaknya kita jadikan tumpuan sebelum menuliskan ide-ide dan gagasan terlebih lagi partisipasi kita terhadap ilmu Antropologi Ragawi dan ilmu-ilmu yang lainnya.

* Diunduh dari http://genjer_2.blogs.friendster.com/

One response to “Antro Ragawi, Paling Tak Dikenal ? (dalam Popularitas Tulisan Antropologi Ragawi)

  1. mantap,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s