Temu Alumni 2004

Minggu, (4/1) 2004 kemarin, Himaprodi Antropologi, Fisip, Unair, memprakarsai acara temu akrab alumni mereka di area Fisip, kampus B Unair. Hadir dalam pertemuan tersebut para alumnus mulai dari angkatan ’85 hingga ’98. Selain alumni dan mahasiswa, tampak serta beberapa dosen dari kalangan Antropologi Unair sendiri. Diantaranya adalah Prof. J. Glinka, ahli Antropologi fisik, kemudian Dr. L. Dyson. P. dosen pascasarjana Unair yang juga seorang ahli folklor, serta hadir pula Ketua Umum LP3-Jatim, Drs. M. Adib, MA.

temu2.jpg

Acara pada siang hari itu diawali dengan pertunjukan seni, berupa tari-tarian yang diperagakan oleh mahasiswa. Terdengar gending bernuansa Sunda ala Putri Malam, mengiringi gerakan-gerakan yang diperagakan secara komplit oleh sang penari. Acara tersebut berlangsung selama beberapa menit di tengah areal taman, lantai dasar Fisip Unair. Tampak kehadiran suguhan tersebut, menambah kesan gayeng dalam pertemuan di siang panas itu.

Beberapa saat kemudian, pertemuan dilanjutkan di salah satu ruang Lantai II, gedung Fisip. Yakni bertempat di ruang A. Adi Sukadana. Perlu diketahui bahwa Adi Sukadana adalah pendiri Antropologi Unair, yang namanya kini diabadikan menjadi nama salah satu ruang di Fisip. Adapun materi sajian yang sedianya disampaikan sebagai bahan perbincangan kali itu adalah display Himaprodi Antropologi, pembentukan jaringan Antropologi, launching Website milik Himaprodi Antropologi Fisip Unair, serta dilanjutkan dengan Pekan Olah Raga Tradisional Antropologi (Poltrap).

Sementara itu, Dr. L. Dyson. P., juga berkesempatan memberikan sambutan, dilanjutkan dengan senior tertua Antropologi, yakni wakil dari angkatan ’85. Kemudian perbincangan dialogis mengalir dengan sendirinya yang disertai oleh pendapat dari beberapa wakil angkatan. Banyak masukan yang dapat dipetik dari keberadaan pertemuan tersebut.

Secara simbolis, akhirnya Website diluncurkan sendiri oleh Ketua Himaprodi Antropologi. Yang dilaunching adalah alamat http://www.antropologi.tk. Diharapkan dengan keberadaan alamat tersebut, mampu berfungsi sebagai media bagi para alumni. Sedang rencana untuk membentuk jaringan kekerabatan antar alumni, belum bisa diwujudkan dalam forum kali itu. Yang disepakati hanya pembentukan koordinator per angkatan, yang berfungsi sebagai comander terhadap angkatannya. Sedang para koordinator, dapat memandu segala informasi yang akan disampaikan tersebut melalui http://www.antropologi.tk.

Setelah ramah tamah sekaligus makan siang, acara dilanjutkan dengan digelarnya Poltrap, sebagai salah satu tradisi Antropologi yang coba dipertahankan hingga kini. Dalam Poltrap, diadu ketangkasan dari masing-masing peserta untuk memainkan permainan tradisional. Ada cutik bithing, dakon, bekel, dam-daman, dan sebagainya.

Sebagaimana biasanya fungsi folk games, yang dikejar adalah kesenangan yang tersembunyi dalam permainan itu sendiri. Kalah-menang bukanlah tujuan akhir yang hendak dicari oleh para pemain. Suasana yang dihasilkan oleh permainan itu adalah yang utama. Pemain akan merasa senang, atau mengalami perasaan-perasaan lain yang berbeda. Dalam kesan positif tentunya. Sesuai dengan tema keakraban yang diusung dalam temu alumni Antropologi. Rasa senang yang dibalut dengan keakraban, dapat menjadi obat penyegar setelah menempuh aktivitas dalam seminggu.

Sekat senior-yunior terangkum dalam ikatan kekerabatan antara adik dengan kakaknya. Setidaknya jaringan antar kerabat dapat lebih transparan. Dari hadirin, juga didapatkan harapan agar acara sejenis dapat dibakukan sebagai sebuah ajang yang bersifat reguler.

* Diunduh dari http://warta.unair.ac.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s