Ngumpul-ngumpul dan riyayan kemarin berlangsung cukup seru, krn bbrp teman ketemuan lagi setelah puluhan tahun. Aku nggak ingat pasti berapa orang yg datang krn sebagian nggak ngisi daftar hadir. Tapi yg jelas, jumlahnya lebih banyak dari tahun kemarin, tetapi lebih sedikit dari yg sudah “reserve”. Ada beberapa yang mengirim SMS dan membatalkan karena ada acara mendadak. Tidak apa, semoga tahun depan dapat datang dan ngumpul-ngumpul lagi bersama teman-teman alumni yg lain.
Yang mengherankan adalah, lebih banyak lagi yg tidak mengabari kenapa mereka tidak datang padahal sudah konfirm bahwa mereka akan datang. Semoga next time mereka ingat bahwa mereka sudah konfirmasi, dan bersedia datang. Makanan tidak kekurangan, dan untungnya juga tidak ada makanan yg terbuang. Thanks a lot buat rekan2 yg sudah menyumbang makanan, kue, minuman dan buah
Rencananya, tahun depan kan ultah Antro yg ke 25, jadi ngumpul2nya direncanakan lebih lama dan akan lebih banyak kegiatan, biar lebih banyak yg dapat ngumpul dan lebih “rame”. Ada usul dari Christine (’86) agar ada kegiatan yg bermanfaat buat masyarakat. Ini usul yg sangat bagus. Rekan2 yg mau terlibat, tolong dg sukarela menghubungiku agar dilibatkan dalam kepanitiaan.
Penggalangan dana untuk kas alumni antrop, dilaporkan telah menghasilkan jumlah yg jauh lebih besar dari tahun lalu. Tepatnya, lebih dari 1 juta (sementara ini masih dibawa Endah Kinasih ’88, akan dibawa oleh bendahara alumni: Lucy Dyah ‘88). “Perkenalan” oleh beberapa rekan alumni mengenai apa yang mereka kerjakan sekarang (profesi, pekerjaan) kemarin sangat menarik, dan mengungkapkan betapa dibutuhkannya antropologi untuk kehidupan masyarakat saat ini.
Salah satunya adalah kerabat “Gepeng” yang mengatakan bahwa sejak lulus antropologi, dia tidak pernah “ikut orang” tapi bekerja secara mandiri, menekuni pembuatan dan pemesanan peti mati. Kerabat Maitigor P. Adithia mempunyai usaha di bidang kuliner, yang kemarin juga dibawanya utk suguhan di acara ketemuan alumni. Onny (’85) bekerja di Esther House of Beauty, dan Deni (2000) bekerja sebagai konsultan dan banyak melayani para politician ketika mereka harus menghadapi pilkada.
Ucapan terima kasih, terucap buat rekan2 alumni yang mendukung kegiatan adik2 angkatan ’08 yang menjadi panitia KKA, dan membeli suvenir yg mereka jajakan, sehingga menurut pengakuan adik2 tersebut, mereka untung 200%.
Sementara sedikit komentar dari salah seorang alumnus, bermuara pada sebuah harapan agar acara kemarin menjadi agenda rutin tahunan, sehingga bs menjadi salah satu media utk mempertemukan kebutuhan & kepentingan antara jurusan, alumni dan mahasiswa dalam rangka peningkatan kualitas antropologi Unair itu sendiri.
Selain itu, ada juga komentar atas session “perkenalan” oleh alumni, yang ternyata dinilai kurang bisa dimanfaatkan scr sepenuhnya oleh adik2 mahasiswa antro Unair. Hal tsb terlihat dri hampir tdk adanya mahasiswa yg masuk dlm ruangan utk mendengarkan “success story” dri para alumninya. Misalnya saat diperdengarkan kisah dri mbak Christine (86) dlm menumbuhkan jiwa enterpreneurship di kalangan mahasiswa antro. Klopun ada mahasiswa antro yg masuk dlm ruangan tsb, dikarenakan “ngenteni diguraki mlebu dhisik karo dosen-e” meskipun beberapa alumni jg demikian
Artinya, moment tsb “kurang” bisa ditangkap oleh adik2 mahasiswa utk membuka akses dg alumninya. Sebenarnya acara kmrn juga akan sgt strategis bagi Hima utk mempresentasikan berbagai program&kegiatannya kpd alumni dgn harapan “siapa tau” ada alumni yg scr personal bs mensupport program atau kegiatan mahasiswa tsb dari sisi yg lain, sebagaimana yg dilakukan oleh adik2 panitia KKA 09 yg sangat kreatif dalam menggalang dana KKA dgn menjual berbagai souvenir. Kreativitas & inisiatif dri panitia KKA mendapatkan atensi & apresiasi yg cukup besar dri alumni, hingga mendapatkan keuntungan penjualan hingga 2x lipat….. $$$
Namun secara umum, para alumnus mengaku senang, dan lantas mengucapkan terima kasih, karena telah difasilitasi dlm sebuah acara riyayan seperti kemarin itu. Semoga arek Antro kian bisa mendunia bersama Unair
Tetap semangat !!!
*) diunduh dari facebook Antropologi Airlangga
3 responses so far ↓
Aan 86 // October 6, 2009 at 9:36 am |
Salut dan terima kasih banyak buat Mita dan temen-2 lain yang masih punya tanggung jawab moral terhadap eksistensi antro-ua, lepas itu struktural atau tidak…tapi mungkin, kayaknya, secara antropologis-psikologis-sosiologis (hayo, cek tambah bingung) konteksnya kurang cocok apabila dibikin konsep seperti yg ditulis EP…kemarin adalah “halal bihalal” tidak lain tidak bukan. Mungkin lain kali kita pikirkan konsep yg cocok dan berkualitas…tapi sekali lagi, SALUT buat teman-2 panitia. ANTRO-UA, jayalah selalu!!!
EP // October 6, 2009 at 9:39 am |
Matur nuwun mas Aan atas komentar&supportnya..acara kemarin memang halal bi halal namun kemudian ada pertanyaan dr salah seorang teman panitia apa yg bs disajikan dlm acara tsb oleh panitia agar “meriah” mumpung banyak alumni yg hadir krn klo acaranya dikemas secara serius yg intinya mengajak utk berpikir khawatirnya yg datang malah sedikit[ato bs jd lbh bnyk yg datang ya..krn blm pernah dicoba sih..awak dw ae sing mgkn terlalu "apriori"..hehe..].
Artinya, konteks acara kmrn adalah halal bi halal yg “disusupi” oleh hal2 lain yg agak serius demi kepentingan kebaikan antro UA itu sendiri meskpn mungkin ga ada responnya namun apa salahnya utk dicoba dlm setiap acara apapun yg melibatkan alumni..gitu maksudnya mas..hehe..
Mirth // October 8, 2009 at 7:26 pm |
iyo pancen An, wingi iku aku gak ada rencana opo2 selain makan2 (dasar hobby).., selain juga ndengerin saran dari EP bhw arek2 cuma pingin ketemu konco lawas ae, gak perlu ngadakno acara liyane. Dan menurutku EP bener, krn awak2 iki wis suwe gak ketemu arek2 alumni (terakhir kan riyoyo tahun wingi). Ambek awakmu malah wis puluhan tahun gak ketemu. Penyebaran angket dan cerita dari wakil2 per angkatan iku improvisasi-ne pak kadep. Mungkin bener EP, berbagai konsep perlu dicoba, mana yg dapat respon paling banyak, bisa dikembangkan buat ketemuan tahun depan. Oh ya, tahun depan ada door prize dari Christine, gitu janjinya