Anthropology | Kerabat Antropologi Unair

Jumatan Agustus

September 1, 2009 · 5 Comments

Jumatan bulan Agustus telah terselenggara. 11 kerabat hadir dalam acara kali ini, tidak banyak memang, namun semangat dan antusias untuk dari kerabat-kerabat tersebut patut untuk mendapatkan apresiasi tersendiri

Terima kasih untuk:

Oto 94
Bakti “Belo” 96
Ishartono “Thole” 96
Sandra “Sokran” 96
Bambang “Rombenk” 00
Lucy 02
Dony 03
Roykan 03
Topan 03
Trisni 07
yang telah menyempatkan diri untuk datang dalam acara tersebut, juga untuk kerabat Willy 95, Deni 00 dan Iyok 98 yang menitipkan “absent” melalui Thole, karena tidak bisa hadir.

Small is beautiful” meminjam kata dari Schumacher terkait acara Jumatan ini. Jumlah kehadiran bukan menjadi ukuran dari acara Jumatan, namun kontinyuitas atau rutinitas acara sebagai media informasi dan komunikasi antar kerabat baik yg masih mahasiswa maupun yang sudah menjadi alumni, juga para dosen di Departemen Antropologi Unair bisa terjalin dengan efektif.

Diskusi sambil pringisan yang terjadi dalam pertemuan Jumatan kali ini membahas issue terkait tidak adanya ijin dari pihak Fakultas atas pelaksanaan Inisiasi Antropologi pada tahun ini. Issue tersebut masih simpang siur. Ada yg mengatakan seluruh Program Studi di Fisip bisa melaksanakan “Ritual Penerimaan Maba-nya” masing-masing, namun hanya Antropologi yang tidak mendapatkan ijin dengan alasan yg tidak jelas. Ada juga issue yang mengatakan Antropologi bisa melaksanakan Iniasiasinya namun pelaksanaannya tidak boleh keluar dari Surabaya. Sehingga ada guyonan dari kerabat Rombenk kalau tahun ini Inisiasinya diadakan di Pantai Ria Kenjeran…..?!  *_*.

Diskusi kemudian bergeser ke hal yang lebih substansial terkait relevansi dari acara Inisiasi itu sendiri pada era sekarang ini. Berbagai pendapat dan komentar saling bermunculan yang bermuara pada konsep inisiasi harus tetap ada, yang perlu di evaluasi adalah teknis dari acara inisiasi itu sendiri. Pertanyaannya kemudian adalah seperti bagaimana konsep acara yang sesuai dengan kondisi Maba sekarang ?! Kerabat yg hadir sepakat perlunya ada pembicaraan lagi yang melibatkan alumni yang lebih senior mapun pihak-pihak lain yang berwenang di Departemen. Menurut para kerabat, apapun bentuk konsep inisiasi yang terpenting pada acara inisiasi tersebut para alumni bisa saling ber-reuni dan “ber haha – hihi” dengan kerabat lain yang lama tidak bertemu.

Akhirnya, memang perlu pembicaraan yang komprehensif dengan keterlibatan banyak pihak terkait wacana inisiasi tersebut jikalau perlu dan harus didiskusikan. Apabila diperlukan, Forum Jumatan “siap sedia” dijadikan media untuk mendiskusikannya.

Sampai bertemu Jumatan mendatang.

*) diunduh dari facebook alumni antropologi airlangga

Categories: Kabar Kampus

5 responses so far ↓

  • Sari 98 // September 1, 2009 at 9:34 am | Reply

    Antropologi ga’ boleh ada inisisasi….????
    Kasus ini terjadi juga dengan beberapa jurusan yang ada di ITS, dan setelah dicari kenapa dan sebabnya apa?maka terjawab bahwa mereka boleh mengadakan acara jurusan, asal menggunakan jasa pihak ketiga.

    Kalo kasusnya sama….aku bisa masukkan proposal ga ya….hahahaha…

    Jadi waktu itu urusan Statistika dilarang mengadakan acara yang semacam KKA gitu. Tapi atas dukungan dari pihak kepala jurusan dan komtingnya, maka acara boleh diadakan dengan melibatkan pihak ketiga yang diberi tema, “Team Building.” Dan tentunya tidak menghapus tradisi yang ada di jurusan tersebut..Gimana?

  • Nina 95 // September 1, 2009 at 9:36 am | Reply

    Wah, menarik usulannya mas rombeng,..inisiasi di pantai kenjeran, sebuah konsep dan kemasan baru dan cerdas, bisa di seriusin tuh, semacam dibikin survival camp untuk peserta maba,..keren..mbeng…ini serius,..:-)..

  • hey u // September 1, 2009 at 10:54 am | Reply

    @sari : apane sing dibuilding sAr ? hehe
    @mbak nina : Mbak, asal jgn dibuat sprti diklat dapetin baret Kopaska aja…hehe

  • sherly gultom // September 11, 2009 at 12:55 pm | Reply

    patut dipikirkan kembali konsep INISIASI yang “halak hita” punya (selama ini…setahu saya heheh..)…agar inisiasi kita ini tetap eksis di prodi antro.coz salah satu bentuk pembedaan identitas kita dengan prodi lain ataupun siswa lain itu ya salah satunya lewat INISIASI alias KKA…sekedar masukan, kita juga harus bisa beradaptasi dengan pola yang ada pada saat ini, tetapi “benang merah itu/nilai – nilai antropologis” harus tetap tercermin. agar acara “BESAR ” kita ini TETAP EKSIS sampai kita jadi buyut..buyut… .ciayo panitia baru…!!!!

  • sherly gultom // September 11, 2009 at 12:56 pm | Reply

    MBENK….AWAKMU NANG ENDI SAIKI???kerjo opo???kapan arex 2000 kumpul -kumpul mangan lele goreng masakanmu????

Leave a Comment