Rangkaian krisis multidimensional yang dialami bangsa ini sejak pertengahan 1997 lalu, dinyatakan oleh banyak kalangan sebagai implikasi dari kebijakan‐kebijakan pembangunan rezim orde baru. Selama bertahun‐tahun ’pembangunan’ menjadi sebuah idiom wajib bagi pemerintah dalam mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Bahkan, kata itu seakan difungsikan sebagai ideologi, dan dengan kata itu, seluruh tatanan kehidupan diatur. Orang yang kritis terhadap kebijakan dan pelaksanaan pembangunan, atau mereka yang berusaha menghambat lajunya ‘roda pembangunan’ akan dicap sebagai musuh pemerintah sekaligus musuh negara. Dalam banyak hal, seperti dikatakan Sach (1992), konsep pembangunan justru melahirkan khayalan, kekecewaan, kegagalan dan kejahatan. Karena itu, wajar bila sebagian kaum intelektual telah mendeklarasikan kematian konsep pembangunan (Gardner dan Lewis, 1996:1).
(more…)
Categories: Opini Kerabat
Social Capital and Institutions ini ditinjau dalam konteks perubahan sosial pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Konsep modal sosial berasal dari James Coleman dalam tulisannya yang berjudul ‘Social Capital in the Creation of Human Capital’ yang diterbitkan oleh American Journal of Sociology tahun 1988, ia mengartikan sebagai aspek‐aspek dari struktur hubungan antara individu‐individu yang memungkinkan mereka menciptakan nilai‐nilai baru. Konsep itu kemudian dielaborasi oleh sejumlah ahli dalam kaitannya dengan isu‐isu pembangunan ekonomi masyarakat yang partisipatif maupun politik. Menurut para ahli modal sosial harus memiliki 3 komponen inti yaitu ;
1. Kemampuan merajut institusi (crafting institution)
2. Adanya partisipasi yang setara dan adil (equal participation), dan
3. Adanya sikap saling percaya (trust)
(more…)
Categories: Opini Kerabat