Lowongan di Perusahaan Minyak

Hess Corporation; Community Development Officer

Posting date: March 14, 2012
Expiry date: March 28, 2012

——————————————————————————–

Hess Corporation is a leading global independent energy company, engaged in the exploration and production of crude oil and natural gas, as well as in refining and in marketing refined petroleum products, natural gas, and electricity. Our vision is to maximize shareholder value by enhancing financial performance and providing long-term profitable growth. We attract and motivate highly talented people who embrace their work with a passion to be the best. Hess Corporation has offices in 20 countries across six continents. The company s headquarters is in New York City, with key regional headquarters in Houston; London; Kuala Lumpur, Malaysia and Woodbridge, N.J.

Currently we have a position open as Community Development Officer (08009).
Located in the Onshore Processing Facility in Gresik, Surabaya, the employment status of this position is Third party Contractor.

POSITION SUMMARY:

1. Provide technical supports in annual and quarter planning, implementing and monitoring SR programs
2. Provide management support and advice in seeking collaboration with appropriate institutions or non government organizations (NGOs) to advance the delivery of SR program initiatives
3. Lead and deliver the approved CD programs within budget and time planning
4. Report directly to CDCR Coordinator at Gresik; weekly, monthly, quarterly and annual report
5. Provide support in communicating SR plan with CR function and any respected function within Hess organization
6. Provide supports to the rest of team in handling any social issues, as part of CDCR team
7. Ensure all SR program comply with ED 26 and ED 28

Technical competencies:

• Bachelor degree/S1 in related field of social science, community development with 4 years experience in development work in rural and urban communities; or
• Relevant University degree with 8-10 years of comprehensive experience in development work in both divers and remote environments

Non-technical competencies:

• Project management skill
• Self management to work independently
• Logical thinking with sound judgment and problem solver
• Community empowerment focus
• Mature personality
• Communication skill
• Conflict Resolution

Basic skill:

Fluency in English (speaking and writing) and local language (preferable). Microsoft office basic skill, MS Project (preferable)

Experience:

• Facilitating local stakeholders, especially communities and society groups
• Managing community development
• Has experience in working in East Java coastal area (preferably)
• A minimum of 4 years experience in a similar role in oil and gas company (KKKS) will be a plus

For more information and to apply online, please visit http://www.hess.com/careers and search E&P Jobs no later than 28 March 2012. Put the number you wish to apply in job number box in search criteria page. Please upload your resume and answer the eligibility question truthfully as this will be your requirements to apply. For those of you who do not upload your resume and complete the eligibility question, your application will not be identified as valid application and will not be processed.

Please note that only shortlisted candidate will be invited for interview.

Rekrutmen Fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi Jawa Timur

Rekrutmen Fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi Jawa Timur

 

Sekretariat Provinsi Jawa Timur
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri Perdesaan
Membutuhkan tenaga-tenaga profesional untuk posisi:

A1. Fasilitator Kecamatan (Kode: FK)
A2. Asisten Fasilitator Kecamatan (Kode: As.FK)

  • Pendidikan semua bidang ilmu (Umum) S-1 dan D-3 (Umum)
  • S-1 berpengalaman dalam bidang Program Pemberdayaan Masyarakat minimal 3 (tiga) tahun atau D-3 berpengalaman dalam bidang Program Pemberdayaan Masyarakat minimal 5 (lima) tahun
  • Mengenal budaya dan adat-istiadat lokasi tugas, diutamakan dapat berbahasa daerah di tempat lokasi tugas
  • Diutamakan mampu mengoperasikan komputer, terutama Program Microsoft Office
  • Sanggup bertempat tinggal di lokasi penugasan
  • Pada saat melamar usia maksimal 45 (empat puluh lima) tahun

B1. Fasilitator Teknik (Kode: FT)
B2. Asisten  Fasilitator Teknik (Kode: As.FT)

  • Pendidikan S1 dan D-3 bidang Teknik Sipil
  • Berpengalaman dalam kerja yang relevan dengan program/proyek pembangunan infrastruktur minimal 3 (tiga) tahun untuk S-1 atau minimal 5 (lima) tahun untuk D-3
  • Mengenal budaya dan adat-istiadat lokasi tugas, diutamakan dapat berbahasa daerah di tempat lokasi tugas
  • Diutamakan memiliki pengalaman berorganisasi dan pernah aktif di kegiatan pemberdayaan masyarakat, pekerjaan sosial maupun kegiatan pendampingan masyarakat lainnya
  • Diutamakan mampu mengoperasikan komputer, terutama Program Microsoft Office
  • Sanggup bertempat tinggal di lokasi penugasan
  • Pada saat melamar usia maksimal 45 (empat puluh lima) tahun


Ketentuan:
Lamaran lengkap (Surat Lamaran, CV, Pas Foto berwarna 4×6 : 2 lbr, Foto kopi KTP, Foto kopi Ijazah & Transkrip Nilai yang dilegalisir) dikirim ke:
SEKRETARIAT PNPM MANDIRI PERDESAAN
PROVINSI JAWA TIMUR
Jalan Ahmad Yani No. 152 C, Surabaya
Surat Lamaran paling lambat tgl. 17 Pebruari 2012 pukul 15.00 WIB diterima Panitia Rekrutment dengan mencantumkan Kode Posisi yang dilamar pada pojok kanan atas.

KKA sebagai “Sebuah Proses Menjadi”

“Sebuah proses menjadi,” demikian ujar Prof. Dr. L. Dyson tatkala mengomentari foto pelaksanaan KKA 2011 dalam suatu jejaring sosial. Memang pelaksanaan KKA tahun 2011 kemarin, tergolong semarak. Setidaknya itu tercermin dari banyaknya dosen Antropologi yang hadir kala itu. Selain Prof. Dr. L. Dyson dan Ketua Departemen Antropologi, Sri Endah Kinasih, M.Si., tampak hadir Djoko Adi Prasetyo, M.Si., dan Budi Setiawan, M.A., selaku dosen pembina. Selain itu, hadir pula Dr. Toetik Koesbardiati, yang selain dosen, juga mewakili alumni (KELUARGA).

KKA merupakan singkatan dari Kemah Kekerabatan Antropologi, sebagai ritual ucapan “selamat datang” bagi mahasiswa baru Antropologi Universitas Airlangga. Ada juga yang mengenalnya sebagai Kemah Keakraban Antropologi. Bahkan secara berseloroh, ada pula yang menyebutnya sebagai Kamp Konsentrasi Antropologi.

Biasanya, KKA ini dilaksanakan pada medio tahun pertama bagi mahasiswa baru Antropologi. Disebut kemah, karena memang, KKA ini selalu digelar di luar kampus. Tepatnya, dilaksanakan pada suatu bumi perkemahan yang dipilih secara khusus.

“Pertama kali saya mendengar tentang KKA banyak hal negatif yang saya bayangkan. Tetapi, setelah saya mengikuti seluruh kegiatan KKA, saya menjadi kian yakin bahwa Antropologi memang pilihan yang tepat untuk saya !” demikian ungkap mahasiswi Antropologi angkatan 2011, ditemui sesaat setelah mengikuti kegiatan KKA baru lalu.

KKA selalu menyajikan dialektika yang menarik di permukaan. Bagi Universitas lain yang memiliki program studi Antropologi, kegiatan semacam KKA ini kerap disebut sebagai Inisiasi Mahasiswa Baru. Jadi, bagi mahasiswa Antropologi, KKA ini bukan sekedar ajang Ospek yang sengaja digelar di tingkat Prodi.

Inisiasi, memang sebuah istilah yang telah dikenal luas di kalangan antropolog. Inisiasi ini, sebagaimana pernah dinyatakan oleh Mordecai Marcus, diartikan sebagai bagian dari masa kecil, menuju remaja, hingga kemudian keanggotaannya dapat diterima secara penuh dalam adult society. Agar dapat diterima, biasanya inisiasi juga melibatkan beberapa jenis ritual simbolis.

Dalam kajian sastra, istilah inisiasi ini, diakui telah dipinjam dari Antropologi, dan dikemukakan untuk yang pertama kali setelah Perang Dunia II. Merujuk pada pendapat Freese, maka J.E. Gotowos menulis deskripsi yang melukiskan inisiasi sebagai sebuah langkah menuju pemahaman diri. Inisiasi menggambarkan sebuah episode untuk mendapatkan wawasan dan pengalaman, dimana pengalaman ini umumnya akan dianggap sebagai tahapan penting dalam menuju kedewasaan. Pada karakteristik yang lain, inisiasi menekankan pada aspek dualitas, berupa hilangnya kepolosan melalui sebuah pengalaman menyakitkan, namun diperlukan. Bahkan dapat disebut sebagai keuntungan dalam memperoleh identitas.

Selain itu, pengalaman inisiasi, baik itu berupa aturan, tugas dan perilaku yang dipelajari, memang sengaja diaktifkan agar dapat menjadi anggota penuh dari sebuah masyarakat. Di sini, inisiasi berfokus pada pengalaman individu dan konsekuensinya, hingga bersandar pada aspek sosiologis inisiasi. Pada aspek yang lain, inisiasi dapat menjelaskan proses penemuan antara “diri” dan “realisasi diri”, yang pada dasarnya dapat diartikan sebagai proses individuasi.

Satu hal penting yang perlu disampaikan, jika memang KKA dapat diartikan sebagai suatu bentuk inisiasi, KKA pun akan memiliki agenda untuk mengajak mahasiswa baru, guna mengalami perubahan sehubungan dengan pengetahuannya tentang dunia atau diri mereka sendiri, perubahan karakter, atau keduanya.

Dan yang terpenting, perubahan ini harus merujuk pada titik yang sanggup membawanya menuju dunia “orang dewasa”. Meski KKA juga merefleksikan beberapa bentuk ritual, namun dalam tantangannya, KKA juga harus mampu memberikan beberapa bukti bahwa perubahan positif itu, setidaknya cenderung memiliki efek yang permanen.

“Banyak hal yang bisa saya dapatkan dari kegiatan KKA ini. Mulai dari pembelajaran tujuh unsur budaya, mempraktekkan tentang apa itu Antropologi Visual, hingga menyerap rasa persaudaraan yang kental. Bisa dikatakan KKA 2011 ini, tidak bisa dilupakan begitu saja ! Penyambutan calon kerabat dengan tari-tarian hingga acara inisiasi yang telah menyambut kedatangan kita sebagai Kerabat Antropologi. KKA ini mengajarkan saya hal-hal baru,” pungkas salah seorang peserta KKA 2011 Antropologi Universitas Airlangga. (dev)

Raih Gelar Doktor, Bu Pinky Gelar Tasyakuran

Salah satu langkah besar yang diraih Departemen Antropologi tahun 2011 lalu adalah capaian gelar Doktor bagi salah seorang dosennya yang menjalani studi lanjut. Siapa tak kenal Pinky Saptandari ? Segudang prestasi dan aktivitas telah ia raih. Sebut saja Pinky Saptandari pernah menjadi anggota Konsorsium Swara Perempuan (KSP) Surabaya, Dewan Redaksi Warta BK3S Jawa Timur, Sekjen Dewan Kota Surabaya, hingga ketika ia dipercaya sebagai Staf Ahli Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Bu Pinky, begitu ia biasa disapa oleh mahasiswanya, merupakan salah satu dosen Antropologi Universitas Airlangga yang kiprah dan pengabdiannya telah dikenal luas. Bagi Departemen Antropologi, Bu Pinky tergolong dosen yang sangat dibanggakan oleh mahasiswanya. Setelah berhasil meraih gelar doktornya, Departemen Antropologi pun berinisiatif untuk menggelar acara tasyakuran.

Bertempat di Ruang Adi Sukadana, gedung FISIP lt II, Kampus B UNAIR, karangan bunga di pintu depan seakan turut menunjukkan kemeriahan acara tasyakuran pada siang hari itu. Selain dihadiri oleh Ketua Departemen, acara tasyakuran juga dihadiri oleh Wakil Rektor, Dekan FISIP, serta beberapa dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa di lingkungan FISIP Universitas Airlangga.

Sementara upacara promosi sendiri, telah berlangsung pada hari Rabu, (14/12) baru lalu di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Bu Pinky berhasil memperoleh gelar doktor melalui disertasinya yang berjudul “Kebijakan Kesehatan Reproduksi dalam Wacana Tubuh Perempuan: Perspektif Filsafat”. Bertindak selaku promotor adalah Prof. Dr. Toeti Heraty Noerhadi, serta Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto dipercaya selaku ko promotor. Sejak itu, Bu Pinky dinyatakan berhasil meraih gelar doktor ilmu pengetahuan budaya dari Universitas Indonesia. Dan karenanya, kini nama lengkap Bu Pinky pun bertambah panjang menjadi Dr. Pinky Saptandari W, dra., MA.

“Hal ini juga sebagai suatu prestasi yang membanggakan bagi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, sebab Bu Pinky, dengan menjadi penyelamat untuk Fakultas, yaitu satu-satunya dosen yang meraih gelar Doktor di tahun 2011 ini,” demikian tukas Drs. I. Basis Susilo, MA., selaku Dekan FISIP Universitas Airlangga.

Sementara itu, Bu Pinky tampak sangat terharu atas acara tasyakuran yang diselenggarakan ini. Untuk menambah semarak, acara tasyakuran menampilkan tim paduan suara dari Departemen Antropologi, serta Tari Gandrung yang juga dibawakan oleh mahasiswa Antropologi, Arry Setiawan. Selain itu, Departemen Antropologi juga berkesempatan menyerahkan kenang-kenangan yang disampaikan oleh Sri Sanituti Hariadi, SH, M.Si., selaku dosen senior pada Departemen Antropologi yang juga mantan Dekan FISIP Universitas Airlangga. (rez)

Sumber : http://antro.fisip.unair.ac.id/berita.antro.php?tl=Raih%20Gelar%20Doktor,%20Bu%20Pinky%20Gelar%20Tasyakuran

Selamatkan Permainan Anak Tradisional

Departemen Antropologi mendapatkan kesempatan mengisi acara “Thanks to Nature” yang diselenggarakan di Taman Flora Surabaya, (1/12) baru lalu. Kali ini, Antropologi Universitas Airlangga memilih tema stan “Permainan Anak Tradisional”. Tema ini sengaja diangkat oleh Himpunan Mahasiswa Antropologi, ketika melihat keadaan permainan anak tradisional, yang kini, terasa sudah tidak memiliki peminat, bahkan telah dilupakan.

Permainan tradisional atau biasa disebut folkgames ini, perlahan terasa mulai terpinggirkan. Bahkan melalui film kartun yang diproduksi oleh Negara tetangga, beberapa permainan anak tradisional terkesan bukan lagi menjadi milik bangsa Indonesia. Melalui tontonan tersebut, anak Indonesia mengenal permainan tersebut sebagai tuntunan yang justru disajikan oleh bangsa lain. Kini, semua anak mulai beralih memainkan gadget-gadget cangih.

Sejalan dengan itu, sebagai dukungan kepada pemerintah Kota Surabaya yang berupaya menjadikan Surabaya sebagai Kota Layak Anak (KLA), maka Departemen Antropologi UNAIR tergerak untuk berpartisipasi. Masyarakat didorong untuk memperkenalkan dan mewariskan permainan rakyatnya kepada anak-anak di lingkungan mereka masing-masing.

Istilah tak kenal, maka tak sayang, memang masih berlaku di sini. Jika kembali dicermati, sebenarnya permainan anak tradisional di Indonesia sangat beragam dan menarik. Contohnya; ada permainan dakon, egrang, yoyo, gasing, pistol-pistolan kayu, layang-layang, holahop, gelembung sabun dan masih banyak lagi. Ada juga beberapa permainan anak tradisional yang harus diakui juga memiliki banyak manfaat. Misalnya, karenanya anak pun menjadi lebih kreatif, berguna bagi pengembangan kecerdasan majemuk anak, hingga bisa digunakan untuk terapi pada anak. Dan yang terpenting, anak menjadi mudah bersosialisasi dengan teman sebaya, sekaligus bangga sebagai pewaris kekayaan budaya bangsanya.

Dibukanya “Permainan Anak Tradisional” oleh Antropologi UNAIR ternyata cukup berhasil menarik animo. Stan itu pun sangat ramai dikunjungi oleh anak-anak yang ternyata juga penasaran dengan keberadaan permainan yang ditampilkan. Bahkan banyak dari mereka yang ternyata tidak mengenal nama-nama permainan tradisional yang dipamerkan.

Mengetahui pengunjungnya mulai kebingungan, dengan sabar mahasiswa Antropologi menjelaskan serta mengajarkan cara permainan tersebut. “Ini begini cara mainnya, Dik”, ujar salah seorang mahasiswi.

Dalam kesempatan itu, panitia juga membagikan permainan secara cuma-cuma. “Iya, agar anak-anak bisa memainkannya di rumah,” tutur salah seorang pengurus Hima Antropologi UNAIR. Ekspresi yang jarang didapat ketika mereka hanya bermain game di depan komputer, terpancar manakala anak-anak mulai memainkan permainan yang diberikan. Tak ayal, saat itu tidak hanya anak-anak saja yang merasa terhibur, para orang tua pun banyak yang mengaku tertarik dan bahkan ada juga yang ikut bermain.

“Sekalian nostalgia,” celetuk para orang tua. Menurut mereka, acara semacam ini harusnya dapat digelar secara rutin. Selain untuk menjaga kebudayaan bangsa, acara semacam ini juga mereka yakini dapat memberikan kebahagiaan bagi keluarga.

Sumber : http://antro.fisip.unair.ac.id/berita.antro.php?tl=Selamatkan%20Permainan%20Anak%20Tradisional

Hess Corporation ; Community Development Officer

Hess Corporationis a leading global independent energy company, engaged in the exploration and production of crude oil and natural gas, as well as in refining and in marketing refined petroleum products, natural gas, and electricity. Our vision is to maximize shareholder value by enhancing financial performance and providing long-term profitable growth. We attract and motivate highly talented people who embrace their work with a passion to be the best. Hess Corporation has offices in 20 countries across six continents. The company s headquarters is in New York City, with key regional headquarters in Houston; London; Kuala Lumpur, Malaysia and Woodbridge, N.J.

Currently we have a position open in our Surabaya office (OPF – Onshore Processing Facility) as Community Development Officer (05596)

Position Summary:

1. Provide technical supports in annual and quarter planning, implementing and monitoring SR programs
2. Provide management support and advice in seeking collaboration with appropriate institutions or non government organizations (NGOs) to advance the delivery of SR program initiatives
3. Lead and deliver the approved CD programs within budget and time planning
4. Reports directly to CDCR Coordinator at Gresik; weekly, monthly, quarterly and annual report
5. Provide support in communicating SR plan with CR function and any respected function within Hess organization
6. As part of CDCR team, provide supports to the rest of team in handling any social issues
7. Ensure all SR program comply with ED 26 and ED 28

Technical competencies:

• Bachelor degree/S1 in related field of social science, community development with 4 years experience in development work in rural and urban communities; or
• Relevant University degree with 8-10 years of comprehensive experience in development work in both divers and remote environments

Non-technical competencies:

• Project management skill
• Self management to work independently
• Logical thinking with sound judgment and problem solver
• Community empowerment focus
• Mature personality
• Communication skill
• Conflict Resolution

Basic skill:

Fluency in English (speaking and writing) and local language (preferable). Microsoft office basic skill, MS Project (preferable)

Experience:

• Facilitating local stakeholders, especially communities and society groups
• Managing community development
• Has experience in working in East Java coastal area (preferably)
• A minimum of 4 years experience in a similar role in oil and gas company (KKKS) will be a plus

For more information and to apply online, please visit http://www.hess.com/careers and search E&P Jobs no later than 28 November 2011. Put the number you wish to apply in job number box in search criteria page.

Please note that only shortlisted candidate will be invited for interview.

Mahasiswa Baru Antropologi, Disodori Fasilitas Lengkap

Penerimaan mahasiswa baru Universitas Airlangga 2011/2012 telah berakhir, dan mereka pun telah dikukuhkan bersama oleh Rektor pada hari Senin (15/8) baru lalu. Tak terkecuali bagi mahasiswa baru pada Departemen Antropologi, FISIP Universitas Airlangga.

Tahun ini,  Departemen Antropologi menerima sejumlah 65 mahasiswa baru. Kehadiran mereka langsung dipeluk kehangatan acara welcome party. Sebuah ajang penyambutan bagi mahasiswa baru Antropologi UNAIR. Keesokan harinya, Selasa (23/8), mahasiswa baru angkatan 2011, juga digiring untuk menghadiri acara pengenalan mereka dengan para dosen, pengurus Hima (himpunan mahasiswa) Antropologi, dan alumni.

Dalam acara perkenalan ini, mahasiswa baru memperoleh aneka materi pengenalan. Mulai dari kedisiplinan mahasiswa, pengenalan kampus, hingga tatap muka dengan para dosen dari Departemen Antropologi. Selain itu, Hima juga berkesempatan memperkenalkan program kerja yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan. Sementara dari alumni, ada kesempatan untuk berbagi informasi dan pengalaman. Berbagi pengetahuan tentang peluang yang sekiranya dapat dikelola selepas lulus dari studi Antropologi.

“Tahun 2011 ini, Antropologi kembali mendapat akreditas A. Kita berhasil memperoleh nilai paling tinggi di antara Departemen lain di FISIP, UNAIR,” demikian ungkap Ketua Deparmen Antropologi, Sri Endah Kinasih, S.Sos, M.Si., dengan penuh rasa bangga. Sebagai Kadep, Sri Endah Kinasih, M.Si., juga menerangkan akan tersedianya aneka fasilitas yang dimiliki oleh Departemen Antropologi guna menunjang aktivitas perkuliahan mahasiswa.

Selain Laboratorium Antropologi Ragawi yang terdapat di Fakultas Kedokteran, Antropologi juga memiliki koleksi buku yang kini masih menjadi satu-satunya koleksi Departemen di FISIP UNAIR, yang menyediakan akses peminjaman buku bagi para mahasiswa. Di luar itu, Departemen Antropologi UNAIR juga memiliki Museum dan Pusat Kajian Etnografi, yang diperkuat dengan keberadaan Laboratorium Simulasi.

Mahasiswa baru seakan disodori aneka peluang, agar nantinya mereka dapat segera mengoptimalkan keberadaan fasilitas yang ada. Seraya ingin menambahkan, Dr. Myrtati Dyah Artaria, dra., MA., salah satu dosen pada Departemen Antropologi, menyatakan bahwa Antropologi UNAIR memiliki segudang keunikan. “Departemen Antropologi UNAIR adalah satu-satunya jurusan yang memiliki dua program studi dalam satu Departemen, yaitu Antropologi Ragawi dan Antropologi Budaya,” demikian ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Heti Palestina Yunani, S.Sos., menyatakan bahwa Antropologi telah memberikan filosofi keilmuan yang nantinya dapat membuat para lulusan bisa memberikan pilihan yang luas dan beragam, termasuk dalam semua bidang pekerjaan. Sebagai Ketua KELUARGA (Kekerabatan Alumni Antropologi Universitas Airlangga), Heti mengaku banyak memperoleh manfaat dari sekian pengetahuan yang pernah ia peroleh selama mengikuti studi Antropologi di bangku FISIP Universitas Airlangga. Kini, Heti Palestina berprofesi sebagai jurnalis dan berkiprah sebagai Redaktur dari salah satu berita harian ternama.

Yang menarik, mahasiswa baru angkatan tahun 2011 ini berasal dari pelbagai daerah di beberapa penjuru Nusantara. Mulai dari sudut Kalimantan hingga ada yang datang dari tanah Papua. Diharapkan, melalui proses pendidikan yang mereka jalani, kelak mereka dapat berdiri mengisi garis depan pembangunan masyarakat Indonesia dan kebudayaannya. (tys)

[2011-08-25 ]